Guru-guru Hebat dan Luar Biasa

Mengapa saya mengangkat topik, "Bukan Guru Biasa?" Karena menurut saya, kita semua yg mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis malam hari ini adalah guru - guru yang hebat dan luar biasa. 
Bahkan, layak menyandang predikat, 
"Bukan Guru Biasa". 



Kata-kata positif yang ibu Theresia sampaikan di awal materi, mampu membuat saya sangat termotivasi untuk terus belajar lebih baik lagi dalam menulis.

Saya semakin betah berada di pelatihan ini, karena mendapatkan banyak ilmu dan hikmah dalam menulis.
Apakah ini dunia saya? Yang pasti dengan menulis kita bisa berbagi kebaikan.

Materi demi materi telah disampaikan oleh setiap narasumber yang disajikan begitu menarik. Hingga akhirnya sampai pada pelatihan yang ke 12.



Pada pertemuan kali ini Jumat, 30 Oktober 2020 Om Jay mengundang narasumber hebat "Bukan Guru Biasa"  Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. 

Beliau sebagai pengajar di SDN Waihibur -  Kab. SUMBA Tengah NTT. Untuk lebih jelas lagi mengenai beliau bisa dilihat di biodata yang ibu Aam kirimkan melalui WAG. Biodata Theresia

Cikgu Tere, begitulah beliau biasa dipanggil, menyapa kami dengan hangat.....

"Bapak/Ibu guru hebat, senang sekali rasanya saya dapat belajar dan sharing bersama dengan bapak/ibu pada malam hari ini". Tutur beliau.

Tutur bahasa yang begitu bersahaja. Semakin banyak ilmu yang dimiliki dan prestasi yang diraihnya beliau semakin rendah hati.




Beliau mengingatkan masa pandemi yang sedang kita alami, dan memberi gambaran kehebatan guru yang mau berubah menjadi "Bukan Guru Biasa" dengan segala bentuk perubahan yang membuat kita tidak nyaman. 

Awalnya beliau pun merasa kebingungan dengan situasi pandemi ini. 

Sampai akhirnya, beliau bergabung dengan grup WA pelatihan belajar menulis gelombang 4. Saat itu beliau juga tergabung dengan Pak Brian di grup yang sama.

Tidak perlu diragukan lagi kalau pelatihan menulis ini memang sangat banyak manfaatnya, baik ilmu pengetahuan maupun keterampilan terkait dengan dunia menulis.

Pelatihan menulis ini banyak mencetak guru-guru hebat yang luar biasa. 

Salah satunya ya Cikgu Tere ini, dari mulai menulis resume sebagai rangkuman materi belajar, sampai menulis artikel untuk lomba, dan bahkan menulis bacaan  untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Dan menulis buku untuk berbagai kepentingan.

Proses tidak akan membohongi hasil. 

Hal itu pula yang dilalui Cikgu Tere untuk dapat menulis artikel dan bahkan buku. 



Perlu jam terbang, konsistensi, dan kesadaran dari kita masing - masing. "Terkait jam terbang  ini adalah hal yang paling penting bagi seorang penulis". tutur Cikgu Tere.

Cigku tere juga seringkali menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulis. Bahkan sampai lembur. Terkadang, keluarga dan sahabatnya heran karena beliau selalu sibuk ini dan itu. 

Namun, bagi beliau hal itu adalah hal yang biasa. Karena beliau merasa bahwa passion beliau memang menulis.

Berbanding terbalik dengan saya....

Kalau saya cenderung menghindari tantangan, tetapi beliau justru senang menerima tantangan yang diberikan oleh para narasumber, seperti Bunda Lilis Sutikno yang menantang agar jadi peresume tercepat dan menulis buku dalam waktu seminggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit dan Penerbit Andi.


   Writter Blocks......

Jujur saya baru membaca tulisan ini, ternyata  artinya tidak dapat menulis sesuatu yang  baru/gagasannya tidak keluar.

Sambil tersenyum hati berbisik "itu sih saya",  mengandalkan mood/suasana hati saat menulis.....

Cikgu Tere berbagi ilmu untuk mencegah      terjadinya hal tersebut, beliau menyampaikan  bahwa menulis harus dilakukan di mana saja,  kapan saja dan bagaimana saja caranya. Agar jam  terbang kita terus meningkat.



Khusus untuk menulis buku, Cikgu tere  berbagi pengalaman yang beliau rangkum menjadi kata IDOLA. Apa itu? 

I  =  Identifikasi topik menarik 

D =  Daftar semua judul luar biasa

O = Outline terperinci akan membantu 

L = Lanjut menulis isi bab

A = Atur layout sesuai permintaan penerbit


Bagi cikgu Tere kegiatan menulis adalah hobi sejak beliau kelas 3 SD. Beliau sudah menulis cerita dan bahkan buku sederhana yang dikliping tetapi tidak diterbitkan.

Untuk mengupgrade skill menulis beliau bergabung dengan penulis lain dan belajar jurus - jurus baru dalam menulis.

Mengekspresikan diri melalui tulisan adalah sarana menuangkan ide atau pemikiran yang sangat produktif. "Kita bebas menjadi siapa saja dan menggali imajinasi kita seluas - luasnya". Tutur beliau.

Bagi beliau menulis mendatangkan banyak manfaat, di antaranya berbagai apresiasi sebagai bonus dari menulis. 

Contoh apresiasi yang diterima adalah: blogger inspiratif, penulis cerita mini terbaik, kreator artikel terbaik, penulis beberapa judul buku (indie dan mayor), Tim Reviewer dan Uji Keterbacaan, Modul Literasi dan Numerasi, Tim pengembang konten artikel di Komunitas Belajar Guru Penggerak Kemdikbud. 


Beliau bersyukur, Berkat menulis di blog,  keterampilan menulis beliau terus menerus  terasah dan akhirnya tanggal 1 Oktober  2020, beliau mendapat apresiasi dari  Direktorat Jenderal Pendidikan Sekolah  Dasar Kemdikbud sebagai Kreator Konten  Artikel Terbaik dalam Lomba Pancasila  Bakti 2020. 
Hadiahnya sangat besar yaitu 10 juta rupiah,  dalam bentuk media pembelajaran. Luar  biasa cikgu ini....


Sebagai penutup Cikgu Tere menyampaikan:

"Untuk dapat memantaskan diri menjadi bagian dari "Bukan Guru Biasa", hendaknya kita selalu melakukan 3 B yaitu: Belajar, Berkarya, Berbagi. Cari ilmunya, tuangkan lewat karya nyata, dan bagikan karya tersebut hingga dapat menginspirasi orang lain".

Ingin tahu lebih detail siapa Cikgu Tere, guru-guru hebat dapat berkunjung ke alamat Blog Cikgu Tere










Comments

  1. Wah, jadi komentator pertama!
    Secara umum, isinya sudah mewakili materi kemarin. Tapi yang saya suka di sini adalah paragrafnya pendek-pendek. Jadi, terasa ringan dan enak dibaca gitu.

    Sukses terus ya Bu!

    ReplyDelete
  2. Komenta kedua nih, sebaga pengguna Hp saya akan sangat terbantu jika tulisan ini dibuat versi mobile juga. Hatur nuhun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dimenu tema atau theme di situ ada pilihan untuk tampilan mobile, klik atau centang aja..kmudian sesuaikan.beres deh

      Delete
  3. Mantap bu Nung, tp sependapat dg pak Didi biar bacanya enak coba di set ke versi mobile, mata sy ini biar enak melahap tulisan2nya...

    ReplyDelete
  4. Semakin enak dibaca resumenya bu. Tp ada 1 huruf s yang "nyelag"di tengah dua kata

    ReplyDelete
  5. Euy👍👍👍 semakin cantik ruangan nya. Kalimat juga asyik. Mata msi bisa bergerak leluasa. Teruskan langkahnya menggapai guru luar biasa 👍

    ReplyDelete
  6. Terima kasih resumenya ya, Bu Nung. Saya suka gaya bercerita Ibu. Setiap blogger punya gaya khas dalam menulis. Tinggal dikembangkan lagi dengan beberapa penyesuaian seperti tata letak gambar dalam artikelnya. Tetap semangat ya, Bu.

    ReplyDelete
  7. Jazakumullah, terima kasih untuk semuanya, apabila ada hal yang harus saya perbaiki, boleh japri melalui no WA saya ...

    ReplyDelete
  8. Wooow kereeen bangeet. Makin bagus saja ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jazaakallah khair pak Adam..
      ditunggu kritik nya...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Orang-Orang Hebat Akan Haus Dengan Ilmu

Guru Bisa Menulis dan Menerbitkan Buku